Manado, Selasa, 11 Februari 2025, Balai Taman Nasional Bunaken bersama dengan perwakilan dari Wildlife Conservation Society (WCS) melakukan pembahasan matriks arahan program sebagai sebuah masukan untuk penyusunan Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dengan WCS Periode 2025-2028. Pembahasan yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Faat Rudhianto, S.Hut. M.Si., beserta jajaran pejabat struktural dan pejabat fungsional tertentu Balai Taman Nasional Bunaken, dan perwakilan dari WCS Indonesia yang berasal dari Bogor dan Manado. Pembahasan matriks arahan program tersebut merupakan perintah dari Dirjen KSDAE kepada seluruh Unit Pengelola Teknis (UPT) lingkup KSDAE yang melakukan kerja sama dengan WCS Indonesia pada periode 2025-2028.
Bukan kali pertama WCS akan membantu pengelolaan di Taman Nasional Bunaken. Sebelumnya melalui RKT dengan BKSDA Sulawesi Utara, WCS telah melakukan dukungan pengelolaan ke Balai Taman Nasional Bunaken melalui beberapa kegiatan antara lain penilaian METT, survei ekologi terumbu karang, peningkatan kapasitas petugas, dll. Untuk periode 2025-2028 ke depan Balai TN Bunaken bersama WCS akan memprioritaskan pemantauan populasi distribusi, dan habitat jenis penyu di Taman Nasional Bunaken, serta penanganan sampah di dalam kawasan. Kepala Balai TN Bunaken berharap semoga dukungan dari WCS tersebut akan bermanfaat dan semakin meningkat di tengah kondisi keterbatasan ini.
Kontributor dan editor: Adi Tri Utomo; Foto oleh: Pandu Wijaya, & Ahmad Eko Suprianto

