Menuju Era New Normal tidaklah menyurutkan program pengembangan wisata berbasis masyarakat, salah satunya Desa Tiwoho yang terletak di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.

Sebagai daerah yang masuk dalam Destinasi Wisata Super Prioritas, menuju Desa Tiwoho tidaklah sulit, dengan akses jalan yang bagus hanya dibutuhkan waktu 45 menit dari Kota Manado, kita dapat mengetikan lokasi di google map sambil menyusuri kaki Tahura HV. Worang sudah dapat mencapai desa ini.

Mangrove satu dari beberapa potensi yang dimiliki Desa Tiwoho. Saat ini Pemerintah Desa bersama masyarakat mengembangkan ekowisata sebagai agenda pembangunan kepariwisataan.

Dalam tahap awal rencana pengembangan Desa Wisata di penyangga Taman Nasional Bunaken, Selasa (10/08/2021) Kepala Balai Taman Nasional Bunaken (Genman S. Hasibuan, S.Hut., M.M) yang didampingi oleh Kepala Sub Bagian TU (Nikolas Loli, S.P) dan Kepala SPTN Wilayah I (Gatot Santoso, S.Pi., M.A) melakukan kunjungan dan berdiskusi bersama Pemerintah Desa Tiwoho dan kelompok masyarakat.

Penuturan Hukum Tua Desa Tiwoho Sonly Woy bahwa dukungan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara juga pendampingan dari Balai Taman Nasional Bunaken sangat diperlukan dalam pengembangan pariwisatanya.

“Harapan saya, kedepannya Desa ini akan menjadi lebih baik lagi dalam segi pariwisata alamnya, kelestarian, dan kebersihan yang ada. Dengan adanya ekowisata ini pun akan tergerak ekonomi masyarakat lebih baik dan meningkat” ucap Sonly.

Pengembangan ekowisata Desa akan dikelola oleh kelompok masyarakat, saat ini telah terbentuk kelompok “Karya Muda” dengan dukungan dari Pemerintah Desa.

Kelompok masyarakat ini dibentuk pada 15 Mei 2021 dengan beranggotakan 16 orang. “Karya Muda” diisi oleh anak – anak muda yang ada di Desa Tiwoho. Kelompok ini mendapatkan pendampingan intensif dari Balai Taman Nasional Bunaken, Ermas Isnaeni Lukman, S.Pi sebagai Penyuluh Kehutanan.

“Dengan dibentuknya kelompok Karya Muda, berharap akan muncul keberdayaan melalui ekonomi kreatif di masyarakat, upaya ini dilakukan dengan jalan mengembangkan ekowisata sebagai potensi yang ada di Desa. Pengelolaan Desa Wisata dapat membantu perekonomian masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Desa Tiwoho tidak hanya akan dikenal di Indonesia saja tetapi bahkan sampai ke luar negeri”, tutur Roy Saladi ketua kelompok Karya Muda.

Bertepatan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2021 merupakan tindakan nyata peran serta masyarakat dalam konservasi alam yang menjadikan sebagai sikap hidup dapat berkembang dari alam sebagai budaya bangsa.

Masyarakat Desa Tiwoho harus bisa menangkap peluang, setelah berdiskusi dengan para pemuda Desa Tiwoho yang tergabung dalam kelompok masyarakat, saya yakin kedepannya bisa sukses untuk melaksanakan dukungan dalam pengelolaan ekowisata di lokasi ini dan komitmen kita untuk terus melakukan pendampingan. Lokasi ini bisa berkembang dari sisi pariwisatanya, yang kita harapkan perkembangan pariwisata yang ada di sini akan memberikan manfaat bagi masyarakat”, tutup Genman.

Koresponden: Ermas Isnaeni Lukman, SPi (Penyuluh Pertama)

SHARE
One thought on “Tiwoho – Desa Wisata Di Penyangga Taman Nasional Bunaken”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *