Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the facebook-pagelike-widget domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u9056464/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the google-analytics-for-wordpress domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u9056464/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
GUSUMI - Balai Taman Nasional Bunaken
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Masyarakat menyebutnya gusumi. Dalam Wagey (2013) menyebutnya Hilamun dan Zurba (2018) menyebutkan Lamun. Tumbuhan ini hampir dapat dijumpai pada area perairan pesisir kawasan Taman Nasional Bunaken, area hamparan lamun yang cukup luas berada di wilayah pesisir bagian selatan Resort Sondaken, SPTN Wilayah II dan area pesisir Pulau Mantehage Resort Mantehage serta Resort Nain di SPTN Wilayah I.

Lamun merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga (Spermatophyta) serta beradaptasi pada lingkungan perairan di media air asin, mempunyai sistem perakaran yang berkembang baik serta mampu melakukan daur generatif dalam keadaan terbenam. Lamun berkembang membentuk hamparan luas di mintakat pasang surut (intertidal) maupun subtidal sehingga membentuk padang luas yang disebut padang lamun. Padang lamun dihuni oleh berbagai biota, mulai yang hidup di dasar perairan (bentos), hidup di perairan antara daun lamun (nekton dan plankton) serta yang menempel di daun baik yang menetap (peribiota) maupun yang tidak (Zurba, 2018).

Lamun merupakan ekosistem yang sangat penting, antara lain sebagai stabilisator sedimen dan penahan endapan, sekaligus sebagai produsen utama dalam jaring-jaring makanan, produktivitas primer ekosistem lamun berkisar antara 900-4650 gC/m2/tahun. Karena ekosistem lamun berada antara habitat mangrove dan terumbu karang posisinya memainkan peran penting dalam menjaga fungsional ekosistem perairan yang sehat.

SHARE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *